nabisaw), wiridan kolektif seusai shalat mengenai taqlid, k.h.m hasyim asy'ari berjamaah, puji-pujian antara adzan dan sebagai orang "tertua" dari kalangan iqamat, tahlilan (membaca kalimat tradisi menulis panjang lebar apa yang "thayyibah" la ilaha illallah dirangkai dimaksudkan dan arti penting taqlid bagi dengan bacaan-bacaan tertentu), Pujipujian populer pada tahun 781 H. Sebagaimana dijelaskan oleh Ibnu Abidin dalam kitabnya "Hasiyah" yang merujuk pada pendapat Imam As-Syakhawi. Ibnu Abidin mengatakan bahwa, pendapat yang didukung oleh Madzhab Syafi'i dan Hanbali adalah pendapat yang mengatakan shalawat setelah adzan adalah sunah bagi orang yang adzan dan orang yang mendengarnya. WOFy2. Melestarikan Kembali Pujian Setelah Adzan Masih ingatkah anda? Dulu banyak sekali masjid disekitar kita yang menjalankan tradisi dengan membaca pujian setelah adzan. Namun seiring berjalannya waktu, disebagian daerah tradisi itu kini mulai ditinggalkan. Tampilnya โ€œtokohโ€ yang anti toleransi dengan membawakan dalil yang menentang, membuat kerancuan ditengah masyarakat. Betapa besar manfaat dari tradisi pujian setekah adzan dalam pendidikan dan pembelajaran bagi masyarakat. Berapa banyak anak yang menghafal 20 sifat wajib Allah karena mereka mendengar dari suara pujian yang dilantunkan setelah dikumandangkan adzan. Dan juga nasehat lainnya yang berbentuk syair dari para ulama, yang merupakan tuntunan dalam menjalani kehidupan. Pujian setelah adzan walaupun dilafalkan dengan bahasa Jawa yang berisi beragam nasehat agama, namun selalu diiringi sholawat. Demikian pula sebaliknya dalam majelis sholawat, disisipkan beberapa bait nasehat agama. Hal ini karena, inti dari pujian setelah adzan adalah sholawat. Rasulullah Saw bersabda ุนูŽู†ู’ ุนูŽุจู’ุฏู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุจู’ู†ู ุนูŽู…ู’ุฑููˆ ุจู’ู†ู ุงู„ู’ุนูŽุงุตู ุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ู ุณูŽู…ูุนูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ูŽ ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ูŠูŽู‚ููˆู„ู ุฅูุฐูŽุง ุณูŽู…ูุนู’ุชูู…ู ุงู„ู’ู…ูุคูŽุฐู‘ูู†ูŽ ููŽู‚ููˆู„ููˆุง ู…ูุซู’ู„ูŽ ู…ูŽุง ูŠูŽู‚ููˆู„ู ุซูู…ู‘ูŽ ุตูŽู„ู‘ููˆุง ุนูŽู„ูŽูŠู‘ูŽ ููŽุฅูู†ู‘ูŽู‡ู ู…ูŽู†ู’ ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุนูŽู„ูŽูŠู‘ูŽ ุตูŽู„ูŽุงุฉู‹ ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ุจูู‡ูŽุง ุนูŽุดู’ุฑู‹ุง ุซูู…ู‘ูŽ ุณูŽู„ููˆุง ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ู„ููŠ ุงู„ู’ูˆูŽุณููŠู„ูŽุฉูŽ ููŽุฅูู†ู‘ูŽู‡ูŽุง ู…ูŽู†ู’ุฒูู„ูŽุฉูŒ ูููŠ ุงู„ู’ุฌูŽู†ู‘ูŽุฉู ู„ูŽุง ุชูŽู†ู’ุจูŽุบููŠ ุฅูู„ู‘ูŽุง ู„ูุนูŽุจู’ุฏู ู…ูู†ู’ ุนูุจูŽุงุฏู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูˆูŽุฃูŽุฑู’ุฌููˆ ุฃูŽู†ู’ ุฃูŽูƒููˆู†ูŽ ุฃูŽู†ูŽุง ู‡ููˆูŽ ููŽู…ูŽู†ู’ ุณูŽุฃูŽู„ูŽ ู„ููŠ ุงู„ู’ูˆูŽุณููŠู„ูŽุฉูŽ ุญูŽู„ู‘ูŽุชู’ ู„ูŽู‡ู ุงู„ุดู‘ูŽููŽุงุนูŽุฉู โ€œApabila kamu mendengar muadzin mengumandangkan adzan, ucapkanlah seperti apa yang diucapkan. Kemudian bersholawatlah kepadaku, karena sesungguhnya barangsiapa yang bersholawat kepadaku satu kali niscaya Allah akan bersholawat kepadanya sebanyak sepuluh kali. Setelah itu mintalah kepada Allah alโ€wasilah untukku, karena alโ€wasilah itu suatu manzilah kedudukan yang mulia di surga, yang tidak sepatutnya diberikan kecuali untuk seorang hamba Allah. Dan aku berharap semoga akulah hamba itu. Maka barangsiapa yang memohon alโ€wasilah untukku, ia akan mendapatkan syafaatkuโ€ no. 849 Persoalan pujian yang dikeraskan, jawaban Hasan bin Tsabit adalah dalil paling jelas dalam hal ini. ุนูŽู†ู’ ุณูŽุนููŠุฏู ุจู’ู†ู ุงู„ู’ู…ูุณูŽูŠู‘ูุจู ู‚ูŽุงู„ูŽ ู…ูŽุฑู‘ูŽ ุนูู…ูŽุฑู ุจูุญูŽุณู‘ูŽุงู†ูŽ ุจู’ู†ู ุซูŽุงุจูุชู ูˆูŽู‡ููˆูŽ ูŠูู†ู’ุดูุฏู ููู‰ ุงู„ู’ู…ูŽุณู’ุฌูุฏู ููŽู„ูŽุญูŽุธูŽ ุฅูู„ูŽูŠู’ู‡ู ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ู‚ูŽุฏู’ ุฃูŽู†ู’ุดูŽุฏู’ุชู ูˆูŽูููŠู‡ู ู…ูŽู†ู’ ู‡ููˆูŽ ุฎูŽูŠู’ุฑูŒ ู…ูู†ู’ูƒูŽ ุซูู…ู‘ูŽ ุงู„ู’ุชูŽููŽุชูŽ ุฅูู„ูŽู‰ ุฃูŽุจูู‰ ู‡ูุฑูŽูŠู’ุฑูŽุฉูŽ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุฃูŽุณูŽู…ูุนู’ุชูŽ ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ูŠูŽู‚ููˆู„ู ุฃูŽุฌูุจู’ ุนูŽู†ู‘ูู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ุฃูŽูŠู‘ูุฏู’ู‡ู ุจูุฑููˆุญู ุงู„ู’ู‚ูุฏูุณู. ู‚ูŽุงู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ู†ูŽุนูŽู…ู’. ุฑูˆุงู‡ ุฃุจูˆ ุฏุงุฏูˆ ูˆุงู„ู†ุณุงุฆูŠ Dari Saโ€™id bin Musayyab ia berkata bahwa Umar bin Khaththab pernah berjalan melewati Hassan yang sedang melantunkan syaโ€™ir di Masjid. Lalu Umar menegurnya dengan pandangan mata. Tetapi Hassan berkata; โ€œDulu saya pernah melantunkan syair di Masjid ini, yang ketika itu ada seseorang yang lebih mulia daripadamu yaitu Rasulullah.โ€ Kemudian Hassan menoleh kepada Abu Hurairah seraya berkata; โ€œSaya bersumpah kepadamu dengan nama Allah hai Abu Hurairah, pernahkah kamu mendengar Rasulullah berkata kepada saya, Hai Hassan, balaslah syaโ€™ir orang-orang kafir untuk membelaku! Ya Allah ya Tuhanku, dukunglah Hassan dengan Ruhul Kudusโ€ Abu Hurairah menjawab; โ€œYa, Saya pernah mendengarnya.โ€ HR. Abu Dawud dan Nasaโ€™i Seringkali pula, diantara bait puji-pujian itu diselingi syair doa. Rasulullah Saw bersabda ุงู„ุฏู‘ูุนูŽุงุกู ุจูŽูŠู’ู†ูŽ ุงู’ู„ุฃูŽุฐูŽุงู†ู ูˆูŽุงู’ู„ุฅูู‚ูŽุงู…ูŽุฉู ู…ูุณู’ุชูŽุฌูŽุงุจูŒ, ููŽุงุฏู’ุนููˆู’ุง. ุฑูˆุงู‡ ุฃุจูˆ ูŠุนู„ู‰ โ€œDoโ€™a yang dibaca antara adzan dan iqamat itu mustajab dikabulkan oleh Allah. Maka berdoโ€™alah kamu sekalianโ€. HR. Abu Yaโ€™la Syaikh Amin al-Kurdi di dalam Tanwirul Qulub menegaskan, ูˆูŽุฃูŽู…ู‘ูŽุง ุงู„ุตู‘ูŽู„ุงูŽุฉู ูˆูŽุงู„ุณู‘ูŽู„ุงูŽู…ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ุนูŽู‚ูุจูŽ ุงู’ู„ุฃูŽุฐูŽุงู†ู ููŽู‚ูŽุฏู’ ุตูŽุฑู‘ูŽุญูŽ ุงู’ู„ุฃูŽุดู’ูŠูŽุงุฎู ุจูุณูู†ู‘ููŠู‘ูŽุชูู‡ูู…ูŽุง, ูˆูŽู„ุงูŽ ูŠูŽุดููƒู‘ู ู…ูุณู’ู„ูู…ูŒ ูููŠู’ ุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ูู…ูŽุง ู…ูู†ู’ ุฃูŽูƒู’ุจูŽุฑู ุงู„ู’ุนูุจูŽุงุฏูŽุงุชู, ูˆูŽุงู„ู’ุฌูŽู‡ู’ุฑู ุจูู‡ูู…ูŽุง ูˆูŽูƒูŽูˆู’ู†ูู‡ูู…ูŽุง ุนูŽู„ูŽู‰ ู…ูŽู†ูŽุงุฑูŽุฉู ู„ุงูŽ ูŠูุฎู’ุฑูุฌูู‡ูู…ูŽุง ุนูŽู†ู ุงู„ุณู‘ูู†ู‘ููŠู‘ูŽุฉู. โ€œAdapun membaca shalawat dan salam atas Nabi SAW setelah adzan puji-pujian p Ustadz Muhammad Alhabsyi110, [ 1113] ara masyayikh menjelaskan bahwa hal itu hukumnya sunat. Dan seorang muslim tidak ragu bahwa membaca shalawat dan salam itu termasuk salah satu cabang ibadah yang sangat besar. Adapun membacanya dengan suara keras dan di atas menara itu pun tidak menyebabkan keluar dari hukum sunatโ€ Pujian setelah adzan adalah suatu amaliah yang sangat jelas dalilnya. Maka, aneh jika terjadi kasus penghentian paksaโ€™ di beberapa masjid. Masyarakat awam yang mengamalkannya ditekan dengan berbagai slogan dan dalil yang sebenarnya tidak nyambung namun dipaksakan sebagai argumen. Masyarakat awam yang tidak mampu berdalil, akhirnya menyerah dan kalah. Tindakan memaksakan kehendak inilah yang menyebabkan tidak terwujudnya ukhuwah islamiyah hingga kini. Mari kita lestarikan kembali pujian setelah adzan sebagai salah satu bentuk pembelajaran yang tepat sasaran untuk masyarakat. โœ’๏ธ Ustadz Muhammad Husein Al Habsyi ใ€ฐใ€ฐใ€ฐใ€ฐใ€ฐใ€ฐใ€ฐใ€ฐใ€ฐใ€ฐใ€ฐใ€ฐใ€ฐใ€ฐ ? Facebook Page ? Telegram Channel loading... 2 people found this article useful 2 people found this article useful Comments comments Mengumandangkan pujian atau sholawatan setelah adzan seolah menjadi sebuah tradisi di berbagai tersebut ada yang berbentuk Bahasa Arab, Bahasa Indonesia maupun Bahasa Jawa. Ketiganya berisi pengetahuan Islami maupun nasehat-nasehat berharga dalam kehidupan. Namun, sebenarnya bagaimanakah hukum membaca pujian setelah adzan? Simak ulasan selengkapnya berikut Abdullah bin Amr bin Al Ash, beliau mendengar Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda,ุฅูุฐูŽุง ุณูŽู…ูุนู’ุชูู…ู ุงู„ู’ู…ูุคูŽุฐู‘ูู†ูŽ ููŽู‚ููˆู„ููˆุง ู…ูุซู’ู„ูŽ ู…ูŽุง ูŠูŽู‚ููˆู„ู ุซูู…ู‘ูŽ ุตูŽู„ู‘ููˆุง ุนูŽู„ูŽู‰ู‘ูŽ ููŽุฅูู†ู‘ูŽู‡ู ู…ูŽู†ู’ ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุนูŽู„ูŽู‰ู‘ูŽ ุตูŽู„ุงูŽุฉู‹ ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ุจูู‡ูŽุง ุนูŽุดู’ุฑู‹ุง ุซูู…ู‘ูŽ ุณูŽู„ููˆุง ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ู„ูู‰ูŽ ุงู„ู’ูˆูŽุณููŠู„ูŽุฉูŽ ููŽุฅูู†ู‘ูŽู‡ูŽุง ู…ูŽู†ู’ุฒูู„ูŽุฉูŒ ููู‰ ุงู„ู’ุฌูŽู†ู‘ูŽุฉู ู„ุงูŽ ุชูŽู†ู’ุจูŽุบูู‰ ุฅูู„ุงู‘ูŽ ู„ูุนูŽุจู’ุฏู ู…ูู†ู’ ุนูุจูŽุงุฏู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูˆูŽุฃูŽุฑู’ุฌููˆ ุฃูŽู†ู’ ุฃูŽูƒููˆู†ูŽ ุฃูŽู†ูŽุง ู‡ููˆูŽ ููŽู…ูŽู†ู’ ุณูŽุฃูŽู„ูŽ ู„ูู‰ูŽ ุงู„ู’ูˆูŽุณููŠู„ูŽุฉูŽ ุญูŽู„ู‘ูŽุชู’ ู„ูŽู‡ู ุงู„ุดู‘ูŽููŽุงุนูŽุฉูโ€œApabila kalian mendengar muโ€™adzin, maka ucapkanlah sebagaimana yang diucapkan oleh muadzin, lalu bershalawatlah kepadaku, maka sungguh siapa saja yang bershalawat kepadaku sekali, Allah akan bershalawat kepadanya sebanyak 10x. Kemudian mintalah pada Allah wasilah bagiku karena wasilah adalah sebuah kedudukan di surga. Tidaklah layak mendapatkan kedudukan tersebut kecuali untuk satu orang di antara hamba Allah. Aku berharap aku adalah dia. Barangsiapa meminta wasilah untukku, dia berhak mendapatkan syafaโ€™atku.โ€ HR. Muslim no. 875Berdasarkan hadits tersebut jelas diterangkan bahwa bershalawat dan meminta wasilah bagi Rasulullah saw merupakan anjuran Rasulullah SAW berlimpahnya keutamaan membaca sholawat sehingga tidak mengherankan jika muadzin menggunakan pengeras suara saat menyuarakannya. Bahkan melestarikan sholawat ini diajarkan pula kepada anak-anak yang menimba ilmu di madrasah diniyah dan tempat pengajian qurโ€™ Amin al-Kurdi di dalam Tanwirul Qulub menegaskan,ูˆูŽุฃูŽู…ู‘ูŽุง ุงู„ุตู‘ูŽู„ุงูŽุฉู ูˆูŽุงู„ุณู‘ูŽู„ุงูŽู…ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ุนูŽู‚ูุจูŽ ุงู’ู„ุฃูŽุฐูŽุงู†ู ููŽู‚ูŽุฏู’ ุตูŽุฑู‘ูŽุญูŽ ุงู’ู„ุฃูŽุดู’ูŠูŽุงุฎู ุจูุณูู†ู‘ููŠู‘ูŽุชูู‡ูู…ูŽุง, ูˆูŽู„ุงูŽ ูŠูŽุดููƒู‘ู ู…ูุณู’ู„ูู…ูŒ ูููŠู’ ุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ูู…ูŽุง ู…ูู†ู’ ุฃูŽูƒู’ุจูŽุฑู ุงู„ู’ุนูุจูŽุงุฏูŽุงุชู, ูˆูŽุงู„ู’ุฌูŽู‡ู’ุฑู ุจูู‡ูู…ูŽุง ูˆูŽูƒูŽูˆู’ู†ูู‡ูู…ูŽุง ุนูŽู„ูŽู‰ ู…ูŽู†ูŽุงุฑูŽุฉู ู„ุงูŽ ูŠูุฎู’ุฑูุฌูู‡ูู…ูŽุง ุนูŽู†ู ุงู„ุณู‘ูู†ู‘ููŠู‘ูŽุฉู.โ€œAdapun membaca shalawat dan salam atas Nabi SAW setelah adzan puji-pujian para masyayikh menjelaskan bahwa hal itu hukumnya sunat. Dan seorang muslim tidak ragu bahwa membaca shalawat dan salam itu termasuk salah satu cabang ibadah yang sangat besar. Adapun membacanya dengan suara keras dan di atas menara itu pun tidak menyebabkan keluar dari hukum sunat.โ€ Ustadz Muhammad Alhabsyi 110, [ 1113]Hendaknya saat membaca pujian atau shalawat sembari menunggu iqomah, selipkan dengan doโ€™a-doโ€™a yang bermanfaat karena waktu antara adzan dan iqomah merupakan waktu yang mustajab untuk berdoโ€™a. Seperti yang tertulis dalam dalil berikut Saw bersabdaุงู„ุฏู‘ูุนูŽุงุกู ุจูŽูŠู’ู†ูŽ ุงู’ู„ุฃูŽุฐูŽุงู†ู ูˆูŽุงู’ู„ุฅูู‚ูŽุงู…ูŽุฉู ู…ูุณู’ุชูŽุฌูŽุงุจูŒ, ููŽุงุฏู’ุนููˆู’ุง. ุฑูˆุงู‡ ุฃุจูˆ ูŠุนู„ู‰โ€œDoโ€™a yang dibaca antara adzan dan iqamat itu mustajab dikabulkan oleh Allah. Maka berdoโ€™alah kamu sekalian.โ€ HR. Abu Yaโ€™laAdapun doโ€™a setelah mengumandangkan adzan yang dianjurkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam yaitu yang terdapat dalam hadits berikut Jabir bin Abdillah, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,ู…ูŽู†ู’ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุญููŠู†ูŽ ูŠูŽุณู’ู…ูŽุนู ุงู„ู†ู‘ูุฏูŽุงุกูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ุฑูŽุจู‘ูŽ ู‡ูŽุฐูู‡ู ุงู„ุฏู‘ูŽุนู’ูˆูŽุฉู ุงู„ุชู‘ูŽุงู…ู‘ูŽุฉู ูˆูŽุงู„ุตู‘ูŽู„ุงูŽุฉู ุงู„ู’ู‚ูŽุงุฆูู…ูŽุฉู ุขุชู ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู‹ุง ุงู„ู’ูˆูŽุณููŠู„ูŽุฉูŽ ูˆูŽุงู„ู’ููŽุถููŠู„ูŽุฉูŽ ูˆูŽุงุจู’ุนูŽุซู’ู‡ู ู…ูŽู‚ูŽุงู…ู‹ุง ู…ูŽุญู’ู…ููˆุฏู‹ุง ุงู„ู‘ูŽุฐูู‰ ูˆูŽุนูŽุฏู’ุชูŽู‡ู ุŒ ุญูŽู„ู‘ูŽุชู’ ู„ูŽู‡ู ุดูŽููŽุงุนูŽุชูู‰ ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุงู„ู’ู‚ููŠูŽุงู…ูŽุฉูโ€œBarangsiapa mengucapkan setelah mendengar adzan Allahumma robba hadzihid daโ€™watit taammati wash sholatil qoo-imah, aati Muhammadanil wasilata wal fadhilah, wabโ€™atshu maqoomam mahmuuda alladzi wa adtahโ€™ [Ya Allah, Rabb pemilik dakwah yang sempurna ini dakwah tauhid, shalat yang ditegakkan, berikanlah kepada Muhammad wasilah kedudukan yang tinggi, dan fadilah kedudukan lain yang mulia. Dan bangkitkanlah beliau sehingga bisa menempati maqom kedudukan terpuji yang telah Engkau janjikan padanya], maka dia akan mendapatkan syafaโ€™atku kelak.โ€ no. 614 .Itulah ulasan mengenai hukum membaca pujian setelah adzan. Isilah pujian-pujian tersebut dengan kalimat atau syair yang baik, indah dan jangan terlampau keras agar tidak mengganggu jamaah lain yang sedang melaksanakan sholat sunah atau amalan lainnya di masjid terkait. Semoga apa yang telah kami ulas kali ini bisa menjadi manfaat bagi kita semua. Aamiin.